Menengok Sejarah
Perihal sumpah pemuda, suatu tonggak utama sejarah perjuangan utama kemerdekaan Indonesia.
Titisan darah pemuda mencucuri tanah nusantara, perdebatan terjadi dimana-mana, patri keegoisan tertanam dimana saja, perbedaan semakin terpecah belah, sangat disayangkan dalam luka perih atas bejatnya tatanan radikalisme para penjajah belum bisa menyadarkan pemuda yang kala itu masih bersifat kedaerahan. Padahal, satu-satunya jalan tempuh yang paling ampuh dalam menghadapi para penjajah adalah dengan cara menyatukan perbedaan peradaban, menyatukan idealisme atau tujuan Nusantara merdeka, menghilangkan keangkuhan dan rasa paling berjasa atas tumpahan keringat yang mereka cucurkan. Namun kenyataanya tidak, jauh sebelum kesadaran itu tumbuh, para pemuda telah melewati lembah hitam dalam lingkup negaranya sendiri, kemauan untuk bersatu hanya setipis benang, meraka tetap saja menganggap daerahnya adalah tempat yang paling utama dimana dirinya harus mempertaruhkan jiwa raga dengan tidak mengatasnamakan Indonesia.
Hingga pada akhirnya rakyat menyadari, bahwa berjuang melawan penjajah tidak bisa dilawan secara kedaerahan, melainkan dengan adanya upaya persatuan perlawanan dari seluruh anggota badan milik bangsa Indonesia. Tahun 1908, awal dari integritas berfikir untuk bersatu mulai ditumbuhkan. Para pemuda, yakni sesorang yang masih berusia muda memiliki jiwa nasionalis, bakat potensi tinggi, semangat yang berkobar, serta berpendirian teguh diberbagai daerah mulai mengadakan pertemuan dan perkumpulan membentuk sebuah oraganisasi dengan tujuan yang sama, Indonesia merdeka melawan penjajah yang kian lama kian menjilat dan melilit. Kesadaran baik ini terus tumbuh dan berkembang dijiwa-jiwa para pemuda yang saat itu sama-sama merasakan perih atas perilaku jahanam manusia asing berseragam dari pijakan bumi lain. Sampai puncak dari adanya gerakan persatuan organisasi pemuda ini melahirkan sumpah pemuda yang inti dari sumpah tersebug adalah berjanji untuk bertanah air Indonesia, berbangsa Indonesia, dan bersatu dalam bahasa Indonesia.
Terbukti dari masa kemasa Indonesia sangat berhutang atas perjuangan kaum muda. Pergerakan 1908 bukanlah gerakan main-main, pasalnya hingga detik ini pemuda selalu menjadi roda utama penentu arah bagaiamana Indonesia saat ini. Jika dahulu pemuda berperan penting dalam upaya gerakan kemerdekan Indonesia, dizaman ini pemuda bergerak memperjuangkan agar rakyat tidak selamanya dalam lingkup tirani kemiskinan dan memberantas ketidakadilan yang sekarang dipermainkan oleh oknum-oknum Indonesia sendiri. Namun pada kenyataanya, kebanyakan pemuda sekarang mngalami krisis mental yang semakin memperkeruh keadaan Indonesia detik ini. Mudahnya dunia teknologi saat ini sangat bergantung kepada kebijakan penggunanya, kebebasan tanpa batas kebanyakan berujung kepada rusaknya mental generasi penerus bangsa. Karena dengan mudah para pemuda terpengaruh oleh asumsi yang tidak sehat untuk cara berfikir mereka. Sebagian kecil saja dari para muda-mudi yang masih menerapkan jiwa-jiwa kepemudaan era 1908-1928 dimana tidak banyak hal buruk yang mempengaruhi mental psikis meraka dengan kecanggihan teknologi yang ada, tidak terpengaruh westernisasi yang saat ini memporakan cara bebudaya pemuda, dengan kata lain dia tangguh dalam memepertahankan optimisme kebijakan tentang hukum dirinya. Tentu, pemuda yang seperti ini yang nantinya akan menjadi tonggak dan roda Indonesia selengkapnya.
belum selesai ya
Komentar
Posting Komentar