Puisi: Tuhan

 Dalam sirath Illahi aku berdiri,

diatas duka dan depaan nestapa yang harus aku lalui.

kutatap panjang jalan yang penuh duri,
begitu keras dan mencucurkan segala emosi.

Qalb itu menjerit menyuarakan pilu,
dalam kebimbangan haru dan ragu,
antara galap dan abu-abu
aku harus menentukan itu.

sungguh.
aku tak berkuasa atas dzon yang tak pernah bertemu temu
atas ego yang selalu saja menggebu-gebu
atas rintih yang selalu menderu,
tapi, semua tak tahu aku selemah itu.

Tuhan..
izinkan aku membuka tabirmu,
dengan tanpa mengurangi kehinaanku atas kehadiratmu, Izinkan aku melampai fiber kehambaanku
sungguh, hanyah Dzat dan kuasa-Mu
Yang Maha Tahu atas segala keluh kesahku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PerkembanganTeknologi dari Awal Ditemukan Hingga Masa Perkembangan Kelanjutanya

Menengok Sejarah

Unik, Ini Indonesiaku